Jumat, 08 Mei 2015



HARI INI MILIK ANDA
Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari ini adalah yang akan anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan keburukan, dan juga esok hari yang belum tenu datang. Hari ini yang saat ini mataharinya menyinari  Anda, dan siangnya menyapa  Anda.
Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mengembankan kualitas sholat yang paling khusyu’, bacaan Al Quran yang sarat taddabur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian dengan daerah sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan.Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selau kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda setiap hari dalam keridhaan.
‘’Maka berpegangteguhlah dengan apa yang telah Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang bersyukur.’’ (QS. Al-A’raf:144)
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.
Jangan lupa, hendaklah  Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?
Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang kemarin Anda minum, menghawatirkan air hambar dan air  hangat esok hari yang belum tentu terjadi?
Jika Anda percaya pada diri sendiri, serta memiliki semangat dan tekat yang kuat, Anda akan dapat menundukan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.
Dan itu, akan membuat Anda berkata  dalam hati, ‘’Hanya hari ini aku berkesempatan mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikn, tidak akan pernah mencela, mengahardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semwrawut dan berantakan. Dan karna hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kesehatan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak-tandukku.’’
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada Al Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub,riya, dan buruk sangka.
Hanya hari ini aku akan menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan  jenazah, menunjukan jalan yang benar bagi yang sesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.
Aku hanya akan hidup hari ini, maka Aku akan mengucapkan, ‘’Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tidak akan menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihat aku termenung sedetik pun utuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.’’
‘’Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka Aku tidak akan pernah main dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Dan Aku pun tak bakal meburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun dariya yang dapat di sebutkan.’’


‘’Hari  ini  milik  Anda,  ‘’adalah  ungkapan  paling  indah  dalam  ‘’kamus kebahagiaan’’.  Kamus  bagi  mereka  yang  menginginkan  kehidupan paling  indah  dan  menyenangkan.




me and friends BSI Cimone tangerang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar